- Beranda
- Mars Perpustakaan Fastabiqul Khairat
- Profil Perpustakaan SMP Fastabiqul Khairat
- Yayasan Fastabiqul Khairat
- Data Pokok SMP Fastabiqul Khairat
- Visi Misi Perpustakaan SMP
- Struktur Organisasi Perpustakaan
- Tata Tertib Perpustakaan SMP
- Program Kerja Perpustakaan SMP
- SOP PERPUSTAKAAN SMP
- Inlislite SMP Fastabiqul Khairat
- Akun Youtube
- Prestasi Guru dan Karyawan
- FB PG/TK Fastabiqul Khairat
- FB SD Fastabiqul Khairat
- FB SMP Fastbiqul Khairat
- FB SMA Fastabiqul Khairat
- Lokasi Perpustakaan
- Beri Kami Masukan
- Perpus SD FK
- Perpus SMA FK
- Fastkhair Magazine
- News Letter SMPFK
- Majalah FARAZ
- Survei Kebutuhan Pemustaka
- Bintang Pusnas
- Perpus Digital Fastabiqul Khairat
- E-book Kemdikbud
- Buku Digital PMPK Kemdikbud
- E-Book GLN Kemdikbud
- Zona Try Out On Line
- E-Book Bank Indonesia
- Video Edukasi K-13
- Z-Library Berbahasa Inggris
- Kelas Literasi
- Ruang Kelas Literasi On Line Mandiri
- KBBI
- Join Canva Pro
- Testimoni Program Literasi (Polisi) Sekolah
Translate
Cari Postingan
Jumat, 09 Oktober 2020
Penambahan Buku Ensiklopedi Dari bapak H. Ibnu Chottob
Rabu, 07 Oktober 2020
Sape' (Alat Musik Tradisional Kalimantan)
Sumber : Kemdikbud RI
Kamis, 24 September 2020
Alat Musik Organ
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasiLoncat ke pencarianOrgan atau organa adalah alat musik tuts yang mempunyai suara yang unik. Sekarang, organ diproduksi dengan cara elektronik. Namun, pada awalnya, suara organ didapat dari pipa.
Suara yang dihasilkan organ sangat unik. Karena:
- Suaranya berkelanjutan, tidak semakin kecil (selama tuts masih ditekan). Dalam kurva ADSR, organ biasanya mempunyai sustain yang tidak terbatas. Berbeda dengan piano, organ mempunyai karakteristik keterikatan tempo yang lemah, tetapi mempunyai lokalisasi frekuensi yang baik. Fenomena ini berkaitan dengan relasi Heisenberg. Oleh karena itu, organ adalah pengiring yang baik dalam suatu kelompok paduan suara non-musisi. Not yang berkepanjangan memudahkan untuk menangkap "tempo"
- Perubahan karakteristik suara (amplitudo) disebabkan oleh seberapa dalam tuts tersebut dipencet, tidak terpengaruh oleh tingkat kekerasan pencetat tuts (seperti piano).
Organ elektronik[sunting | sunting sumber]
Sejak tahun 1930, alat musik listrik tanpa pipa telah dibuat. Alat musik ini telah dapat menghasilkan suara yang mirip dan dapat menggantikan peran organ pipa. Organ elektronik ini dibeli oleh rumah ibadah dan calon pembeli organ pipa, dan juga oleh pemusik profesional maupun amatir. Karena ukuran yang jauh lebih kecil dan lebih murah, dan dapat dibawa-bawa, organ elektronik ini telah menggantikan hampir semua organ pipa.
Penanggung Jawab Ruang Musik SMP Fastabiqul Khairat : Bapak Kus Elmi
Kamis, 27 Agustus 2020
Alat Musik Biola
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| Alat musik dawai | |
|---|---|
| Klasifikasi | Alat musik dawai (digesek) |
| Klasifikasi Hornbostel-Sachs | 321.322-71 |
| Rentangan permainan | |
| Instrumen terkait | |
| |
| Musikus | |
Biola adalah sebuah alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek. Biola memiliki empat senar (G-D-A-E) yang disetel berbeda satu sama lain dengan interval sempurna kelima. Nada yang paling rendah adalah G. Di antara keluarga biola, yaitu dengan biola alto, cello dan double bass atau kontra bass, biola memiliki nada yang tertinggi. Alat musik dawai yang lainnya, bas, secara teknis masuk ke dalam keluarga viol. Kertas musik untuk biola hampir selalu menggunakan atau ditulis pada kunci G.
Sebuah nama yang lazim dipakai untuk biola ialah fiddle, dan biola seringkali disebut fiddle jika digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional (lihat di bawah).
Di dalam bahasa Indonesia, orang yang memainkan biola disebut pemain biola atau violinis (bahasa Inggris: Violinist - bedakan dengan violis atau pemain viola). Orang yang membuat atau membetulkan alat musik berdawai disebut luthier.
Daftar isi
Rabu, 22 Juli 2020
Mars Perpustakaan Fastabiqul Khairat (Lirik)
Layanannya terotomasi, bisa dilakukan mandiri
ruang imajinasi anak kreatif, perpustakaan fastabiqul khairat
Ref : Banyak buku elektronik didalamnya, Bukunya generasi milenium
Ruangannya sejuk dan tenang membuat betah dan nyaman
Anak yang pintar anak pembaca, guru yang hebat guru pembaca
Ayo budayakan literasi agar menjadi generasi cerdas.
Rabu, 15 Juli 2020
Alat Musik Gitar
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sebuah gitar klasik (senar-nilon) | |
| Alat musik dawai | |
|---|---|
| Klasifikasi | Alat musik dawai (dipetik, umumnya menggunakan jemari untuk senar-nilon dan menggunakan plektrum untuk senar-baja) |
| Klasifikasi Hornbostel-Sachs | 321.322 (Kordofon komposit) |
| Rentangan permainan | |
(setem gitar standard) | |
| Instrumen terkait | |
Gitar adalah sebuah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik, umumnya menggunakan jari maupun plektrum. Gitar terbentuk atas sebuah bagian tubuh pokok dengan bagian leher yang padat sebagai tempat senar yang umumnya berjumlah enam didempetkan. Gitar secara tradisional dibentuk dari berbagai jenis kayu dengan senar yang terbuat dari nilon maupun baja. Beberapa gitar modern dibuat dari material polikarbonat. Secara umum, gitar terbagi atas 2 jenis: akustik dan elektrik.
Gitar akustik, dengan bagian badannya yang berlubang (hollow body), telah digunakan selama ribuan tahun. Terdapat tiga jenis utama gitar akustik modern: gitar akustik senar-nilon, gitar akustik senar-baja, dan gitar archtop. Gitar klasik umumnya dimainkan sebagai instrumen solo menggunakan teknik fingerpicking komprehensif.
Gitar elektrik, diperkenalkan pada tahun 1930an, bergantung pada penguat yang secara elektronik mampu memanipulasi bunyi gitar. Pada permulaan penggunaannya, gitar elektrik menggunakan badan berlubang (hollow body), namun kemudian penggunaan badan padat (solid body) dirasa lebih sesuai. Gitar elektrik terkenal luas sebagai instrumen utama pada berbagai genre musik seperti blues, country, reggae, jazz, metal, rock, dan berbagai bentuk musik pop.
Daftar isi
Senin, 06 Juli 2020
Kincir Angin
Sumber tulisan : Wikipedia

Sejarah Kincir Angin[sunting | sunting sumber]
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti siapa penemu kincir angin. Tenaga angin telah lama menjadi perhatian utama manusia. Perkembangan kincir angin dimulai dengan sebuah layar yang memungkinkan angin untuk menggerakkan kapal. Dari sinilah, pengetahuan terus dikembangkan hingga terciptalah alat yang dinamakan kincir angin (eg. PostMill/WindMill). Naskah tertua tentang kincir angin terdapat dalam tulisan Arab dari abad ke-9 Masehi yang menjelaskan bahwa kincir angin yang dioperasikan di perbatasan Iran dan Afganistan sudah ada sejak beberapa abad sebelumnya, kadang disebut Persian windmill. Jenis yang sama juga digunakan di Cina untuk menguapkan air laut dalam memproduksi garam. Terakhir masih digunakan di Crimea, Eropa dan Amerika Serikat. Fungsi pertama kali kincir angin adalah untuk menumbuk biji-bijian tanaman padi. Seiring berjalannya waktu, kincir angin mengalami pergeseran fungsi. Saat ini, kincir angin dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga listrik.


