Penerjemah

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Cari Postingan

Tampilkan postingan dengan label Isi Miniatur Museum Sekolahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Isi Miniatur Museum Sekolahku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Februari 2021

Rumah Tepi pantai

Di banyak pulau kecil Indonesia, kampung di atas air bukanlah pemandangan aneh. Terutama jika kita mengunjungi kampung-kampung Bajo, suku laut yang terkenal. Laut adalah ruang hidup mereka: bekerja, mencari nafkah, bermain, berinteraksi secara sosial.

Tak hanya di pulau kecil. Di pulau-pulau besar, pantai dan muara sungai umumnya menjadi pusat permukiman sejak zaman dahulu kala. Lihat misalnya Pontianak dan Samarinda; atau Semarang dan Surabaya. Bahkan, Jakarta adalah kota pantai yang paling padat.

Permukiman tepi pantai punya sejumlah keuntungan. Meski ada risiko badai dan gelombang laut, pantai adalah gerbang dari dan ke dunia luar. Ia gerbang hubungan ekonomi dan sosial. Bagi nelayan, pantai menjadi pintu terdekat ke tempat mencari nafkah.

Permukiman tepi pantai adalah keniscayaan negeri kepulauan seperti Indonesia, negeri dengan garis pantai terpanjang di dunia di kawasan tropis. 

Jumat, 29 Januari 2021

Museum Miniatur Bangunan Karya Siswa(i) SMP Fastabiqul Khairat

Sahabat harmoni, tau gak kalian jika di Perpustakaan SMP Fastabiqul Khairat, memiliki museum mini berupa miniatur bangunan yang dibuat oleh siswa(i) SMP Fastabiqul Khairat melalui tugas hasta karyayang diberikan oleh Bapak Dansrin, S.Pd dan bapak Abdul Wahid, S.Psi.

Miniatur bangunan  beraneka ragam, ada Jembatan Mahkota dua, Monas, Mesjid Cheng Ho, Gedung SMP fastabiqul Khairat, Rumah-rumah adat nusantara, model rumah KPR dan Gudang. material bangunan juga beragak, ada yang berasal dari limbah kaca, limbah es krim berupa stik es krim, dan kardus.

Tiap-tiap bangunan memiliki scan Barcode untuk mengarahkan pemustaka atau pengunjung untuk mengenal bangunan tersebut lebih jauh lagi.

Jika kalian penasaran dengan miniatur bangunan karya siswa(i) SMP fastabiqul Khairat, yuk berkunjung ke perpustakaan kami.

Senin, 04 Januari 2021

Rumah Adat Sulawesi Selatan (Balla Lompoa)

 Sumber : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Loncat ke navigasi

Loncat ke pencarian
Balla Lompoa tampak dari depan

Balla Lompoa adalah istana kediaman raja Gowa, secara harfiah berarti rumah besar. Balla Lompoa berada di tengah Kota SungguminasaKabupaten GowaProvinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Jalan Sultan Hasanuddin No 48. Lokasi itu merupakan situs budaya dalam sebuah komplek yang luasnya sekitar tiga hektar. Di bagian belakangnya terdapat tembok batu alam yang tebal dan pintu kayu yang lebar dan kokoh, sedangkan di bagian depannya berpagar permanen yang rendah dan halaman yang terbuka. Di samping bangunan Balla Lompoa terdapat bangunan Istana Tamalate yang ukurannya jauh lebih besar yang dibangun pada era kepemimpinan Bupati Gowa Syahrul Yasin Limpo pada tahun 1980-an. Lokasi Balla Lompoa berjarak kurang lebih 3 kilometer dari Kota Makassar. Arus lalu lintas ke lokasi itu sangat lancar karena berada di jalur yang dilewati pete-pete (angkot). Kawasan ini berada di empat persimpangan jalan, sehingga akses untuk memasuki lokasi tersebut dapat melalui ke empat pintu gerbang. Pintu gerbang utama berada di jalan KH. Wahid Hasyim, pintu gerbang kedua berada di bagian belakang Balla Lompoa yaitu Jalan Andi Mallombassang, pintu gerbang ketiga berada di Jalan Habibu Daeng Kulle dan pintu gerbang keempat berada di Jalan A. Baso Erang.[1]

Kamis, 17 Desember 2020

Mengenal Rumah Adat Joglo Suku Jawa dan Makna Arsitekturnya

 Sumber : Tirto.id


Ilustrasi Rumah Joglo. foto/IStockphoto
Oleh: Versatile Holiday Lado - 20 Januari 2021
Dibaca Normal 2 menit

tirto.id - Rumah Adat Joglo merupakan salah satu jenis rumah tradisional suku Jawa yang menjadi cermin nilai budaya yang masih amat jelas nampak dalam perwujudan bentuk, struktur, tata ruang dan ragam hiasnya.

Rumah Adat Jawa ini bukan sekedar hunian. Orang Jawa umumnya memandang Joglo sebagai mahakarya arsitektur tradisional Jawa dan menganggapnya sakral di Jawa.

Dikutip dari jurnal MUDRA oleh Slamet Subiyantoro yang berjudul "The Interpretation of Joglo Building House Art in the Javanese Culture Tradition", bangunan tradisional Jawa merupakan tempat kegiatan dan kehidupan penguasa atau rata.

Apa yang terwujud dalam bangunan tidak lain adalah simbol yang merepresentasikan prespektif penduduknya.

Selain itu, nilai estetika juga terwujud dalam bangunan Joglo di mana merupakan perwujudan Arsitektur Jawa yang paling ideal dan sempurna.
Pada dasarnya bangunan Joglo berdenah persegi empat dan cenderung hampir bujur sangkar serta hanya memilki empat tiang atau pilar utama yang masing-masing mewakili arah angin, barat-utara-selatan-timur.

Rabu, 16 Desember 2020

Rumah Tambi (Sulawesi Tengah)

Sumber : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Rumah Tambi
 adalah rumah adat atau rumah tradisional dari provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Rumah adat ini berbentuk panggung yang atapnya sekaligus berguna sebagai dinding. Rumah Tambi merupakan rumah bagi suku Kaili dan suku Lore yang umumnya merupakan rumah penduduk setempat serta beberapa wilayah di Sulawesi Tengah menjadikan rumah ini sebagai rumah bagi kepala adat.[1] Yang membedakannya adalah jumlah anak tangga untuk menaiki rumah, di mana rumah Tambi yang digunakan sebagai rumah kepala adat jumlah anak tangganya ganjil, sedangkan untuk penduduk biasa anak tangganya berjumlah genap. Alas rumahnya terdiri dari balok-balok yang disusun, sedangkan pondasinya terdiri dari batu alam. Tangga untuk naik tersebut terbuat dari daun rumbia atau daun bambu yang dibelah dua.[2]

Rabu, 12 Februari 2020

Apa itu KPR

Sumber : Perkim.id

KPR (disebut juga Kredit Pemilikan Rumah) adalah produk pembiayaan atau pinjaman yang diberikan kepada pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan persentase tertentu dari harga rumah atau properti. Hingga saat ini KPR di Indonesia masih disediakan oleh perbankan, meskipun sudah ada beberapa perusahaan pembiayaan (leasing) yang juga menyalurkan pembiayaan dari lembaga sekunder pembiayaan perumahan. Dengan KPR, masyarakat tidak harus menyediakan dana sejumlah harga rumah, namun cukup menyediakan dana sebesar uang muka saja dan sisanya dapat diangsur setiap bulan selama jangka waktu KPR.

Pada tahun 1974, BTN ditunjuk oleh pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memperoleh bantuan kredit perumahan. KPR merupakan nama produk kredit perumahan yang pertama kali dikembangkan oleh Bank Tabungan Negara (BTN) sejak 10 Desember 1976. Selain BTN, saat ini terdapat cukup banyak bank penyalur KPR, seperti bank-bank BUMN, bank swasta nasional, hingga bank asing.

Pembelian rumah dilakukan oleh penjual sebagai pemilik rumah dengan pembeli sebagai orang yang akan membeli rumah. Setelah harga disepakati, maka pembeli menyerahkan sejumlah uang sesuai harga dan kedua belah pihak menandatangani akta jual beli. Peran perbankan atas proses jual beli tersebut terjadi apabila pembeli belum bisa memenuhi dana sesuai harga jual.

Skema hubungan pembeli, penjual, dan bank
Sumber: Kementerian PUPR, 2015

 

Jumat, 17 Mei 2019

Monumen nasional atau Monas

 Sumber : Jakarta Tourism


Pernahkah kalian mengunjungi Monumen Nasional atau Monas yang merupakan landmark dari Kota Jakarta? Monas merupakan tempat bersejarah yang indah dan memiliki banyak arti.

Pada tahun 1955 Presiden Soekarno membuat sayembara desain untuk membuat monumen yang mengenang perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sayembara ini dilakukan dalam dua periode yakni Tahun 1955 dan 1960.
 
Desain milik Silaban berhasil terpilih pada sayembara pertama, namun pada sayembara  selanjutnya tak satupun karya berhasil terpilih. Presiden Soekarno kemudian memutuskan meminta kembali Silaban untuk mendesain ulang Monumen Nasional sesuai dengan konsep pemikirannya yang berbentuk Lingga dan Yoni. Selain Silaban, ada beberapa arsitek lain yang juga terlibat dalam pembangunan Monas yakni R.M. Soedarsono. Monas resmi dibangun pada 17 Agustus 1961 dan mulai dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.
 
Monumen Nasional atau yang populer disebut Monas merupakan monumen peringatan yang memiliki tinggi 132 meter atau sekitar 433 kaki dan dibangun diarea seluas 80 Hektar. Monas sendiri memiliki keindahan yang terletak di bagian puncak tugu karena terdapat lidah api yang dilapisi oleh lembaran emas yang menggambarkan sebuah semangat perjuangan Bangsa Indonesia yang menyala-nyala layaknya api.
 
Tujuan didirikan Monas untuk mengenang perlawanan dan perjuangan Bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, memberikan Bangsa Indonesia inspirasi dan membangkitkan jiwa semangat patriotisme sebagai generasi penerus bangsa.
 

Rabu, 13 Maret 2019

Jembatan Mahkota II

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian
Jembatan Mahkota II
Nama resmiJembatan Mahkota II
MengangkutKendaraan R4, R2, dan pejalan kaki
MelintasiSungai Mahakam
DaerahSamarindaKalimantan Timur
Panjang total1.428 meter
Mulai dibangun2002
Dibuka2017
TolTidak berbayar
Koordinat0.533059°S 117.158611°EKoordinat0.533059°S 117.158611°E
Design Jembatan Mahkota II

Jembatan Mahkota II adalah jembatan yang menghubungkan Sungai Kapih, kecamatan Sambutan dengan kelurahan Simpang PasirPalaran di kota SamarindaKalimantan TimurIndonesia. Jembatan yang memiliki panjang sekitar 1.428 meter ini menjadi jembatan terpanjang di Kalimantan Timur. Dinamakan Mahkota II (Mahakam Kota II) karena merupakan jembatan kedua yang dibangun di wilayah Kota Samarinda setelah Jembatan Mahakam (atau Mahkota I).[1]

Pembangunan[sunting | sunting sumber]

Proyek pembangunan Jembatan Mahkota II dimulai pada tahun 2002 dan sempat dihentikan atau mangkrak karena tidak dikucurkan lagi pembiayaan dari APBN, seiring rencana pemindahan Pelabuhan Samarinda dan penyelesaian pelabuhan peti kemas Palaran.[2] Jika pembangunan jembatan terus dilanjutkan, maka akan mengganggu lalu lintas pelayaran Sungai Mahakam. Pembiayaan proyek pembangunan Jembatan Mahkota II dialihkan untuk membangun Jembatan Mahakam Ulu yang tidak mengganggu pelayaran menuju Pelabuhan Samarinda. Jembatan ini kembali dilanjutkan pembangunannnya dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2016 dan sudah bisa digunakan pada 21 Januari 2017.[3]

Pembukaan[sunting | sunting sumber]

Dengan berbagai pertimbangan serta proses uji keamanan Jembatan Mahkota II akhirnya baru dapat dibuka untuk umum sebagai bagian dari uji coba selama tiga pekan sejak 21 Juni 2017. Pada awalnya, jembatan ini hanya dioperasikan mulai pukul 06.00 WITA sampai pukul 18.00 WITA karena pada saat itu lampu penerang belum dipasang. Selain itu hanya kendaraan roda dua dan kendaraan minibus saja yang dapat melintas. Sempat muncul muncul isu Jembatan Mahkota II retak. Untuk itu Tim Teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Samarinda langsung mengambil langkah cepat memeriksa kondisi jembatan dan dipastikan jembatan itu aman dilintasi. Tim menyatakan tidak ada retakan melainkan hanya overlap semen antara sambungan beton lama dan beton baru. Tampak retak karena menjadi lintasan air. Jadi, tumbuh lumut dan tampak seperti retak jika difoto dari bawah jembatan[4]

Rabu, 28 November 2018

Mesjid Cheng Ho Yayasan Fastabiqul Khairat

SOSOK Jos Soetomo dikenal sebagai tokoh masyarakat dan pengusaha. Pemilik  Hotel Senyiur Group yang dikenal begitu loyal untuk keagamaan itu, Senin (26/11) kemarin meresmikan sekaligus empat Masjid Cheng Hoo yang dibangun di Balikpapan, Batuah Kutai Kertanegara dan Samarinda.

Disebutnya, pembangunan masjid itu sebagai refleksi pluralisasi budaya antara Indonesia dan Tiongkok. Menyerasikan sosok Laksamana Muhammad Cheng Ho sebagai muslim asal Tiongkok yang ikut menyebarkan Islam di Nusantara.

Mesjid Cheng Hoo SMP fastabiqul Kahirat

Ini juga sebagai iktibar, untuk meningkatkan nilai-nilai Pancasila, dengan menyulang orang di Nusantara," jelas Jos Soetomo dalan peresmian yang digelar di Masjid Muhammad Cheng Hoo Kesatuan di Komplek Yayasan Sumber Mas, Jalan Ruhui Rahayu Samarinda


Jos Sutomo mengatakan, ilmu Cheng Hoo bisa mengatasi berbagai persoalan dunia. Mengapa? Karena Cheng Hoo memberikan kedamaian. Bukanlah permusuhan. “Marilah harmoni kita jadikan kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan negara Indonesia,” tuturnya.

Menurut Jos Soetomo, dirinya tak akan berhenti di tahap ini saja dalam membangun Masjid Cheng Hoo. Dlam waktu dekat akan dilaksanakan peletakan batu pertama di kawasan Loa Janan untuk pembangunan MAsjid Cheng Ho yang kelima.