Translate

Cari Postingan

Jumat, 16 Oktober 2026

SUARA Hadir di SMP Fastabiqul Khairat Samarinda, Perkuat Literasi Digital Ramah Akses

Samarinda, 16 Oktober 2026 — SMP Fastabiqul Khairat Samarinda menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Khofidh Fathur Rohman, pengembang aplikasi Generator Flip Book to Audio, yang diberi nama SUARA (Sistem Ubah PDF dengan Audio Ramah Akses). Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, di SMP Fastabiqul Khairat Samarinda.

Melalui kesepakatan ini, sekolah memperoleh kesempatan menggunakan aplikasi SUARA secara gratis untuk mendukung pengembangan koleksi perpustakaan digital yang dilengkapi audio. Aplikasi ini dirancang untuk mengolah dokumen PDF menjadi flipbook dengan dukungan suara sehingga bahan bacaan tidak hanya dapat dibaca, tetapi juga didengarkan.

Kamis, 15 Oktober 2026

Buku Panduan Digital Literacy Universe

Untuk pengembangan aplikasi kami. bantu tinggalkan testimoni pada link : https://forms.gle/yxMB5Yfx563YDBUY7


Digital Literacy Universe merupakan panduan penggunaan aplikasi Galaxy Literacy Perpustakaan SMP Fastabiqul Khairat Samarinda. Buku ini membantu siswa, guru, pustakawan, dan administrator mengenal fitur serta memanfaatkan layanan literasi digital secara optimal. Melalui membaca, bermain, belajar, dan berkarya, pengguna diajak mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, serta membangun budaya literasi yang menyenangkan dan bermakna.

Jumat, 09 Oktober 2026

Pelatihan Fardhu Kifayah di SMP Fastabiqul Khairat, Bekali Peserta Pengetahuan Pengurusan Jenazah Sesuai Syariat

SAMARINDA — Ruang Perpustakaan SMP Fastabiqul Khairat Samarinda dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan pelatihan Fardhu Kifayah. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran keagamaan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

Pelatihan Fardhu Kifayah memiliki nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam ajaran Islam, pengurusan jenazah muslim, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan, merupakan kewajiban kolektif umat Islam. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan tersebut perlu dipelajari agar masyarakat memiliki kesiapan untuk menjalankan tanggung jawab keagamaan ketika dibutuhkan.

Diklat KPS Angkatan I Tahun 2026 Resmi Ditutup, Perkuat Kompetensi Pengelola Perpustakaan Sekolah

SAMARINDA — Kegiatan Penutupan Pendidikan dan Pelatihan KPS Angkatan I Tahun 2026 dilaksanakan pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 07.30 WITA, bertempat di Ruang Oemar Dachlan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Ir. H. Juanda Nomor 4, Samarinda.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian pendidikan dan pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi peserta dalam bidang pengelolaan perpustakaan. Acara penutupan juga menjadi momentum untuk mengapresiasi proses pembelajaran serta dedikasi peserta dan tim pengajar selama pelatihan berlangsung. see

Kehadiran tim pengajar memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan diklat. Melalui proses pembelajaran, pendampingan, dan berbagi pengalaman, peserta diharapkan memperoleh bekal yang dapat diterapkan dalam pengelolaan perpustakaan secara profesional.

Kamis, 08 Oktober 2026

Pengurus Daerah IPI Kaltim dan Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI Gelar Rapat Kelulusan

SAMARINDA — Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kalimantan Timur bersama Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melaksanakan rapat kelulusan di UPTD Pustekom, Jalan Biola, Samarinda. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi akhir peserta pelatihan bidang perpustakaan.

Rapat yang berlangsung pukul 16.00 WITA tersebut melibatkan tim pengajar IPI Kaltim untuk membahas hasil pembelajaran dan evaluasi peserta. Pertemuan ini menjadi forum koordinasi dalam memastikan proses penilaian dilaksanakan secara cermat, objektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kolaborasi antara Pengurus Daerah IPI Kaltim dan Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang perpustakaan. Pustakawan memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan informasi, mengembangkan budaya literasi, serta meningkatkan kualitas akses pengetahuan bagi masyarakat.

Oleh karena itu, proses evaluasi dan penetapan kelulusan menjadi bagian penting untuk memastikan peserta memperoleh penilaian berdasarkan capaian pembelajaran dan standar kompetensi yang ditetapkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin kuat antara organisasi profesi dan lembaga pengembangan kompetensi pustakawan. Sinergi tersebut diharapkan turut mendorong lahirnya tenaga perpustakaan yang profesional, kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu memberikan layanan berkualitas kepada masyarakat.

 

Rabu, 07 Oktober 2026

Tingkatkan Profesionalisme Kepala Perpustakaan Sekolah, IPI Kaltim Gelar Observasi Lapangan di SDIT Istiqomah YPAIT Balikpapan

BALIKPAPAN — Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Perpustakaan Nasional RI, Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Diklat Kepala Perpustakaan Sekolah Angkatan I Tahun 2026. Salah satu agendanya adalah observasi lapangan di Perpustakaan SDIT Istiqomah YPAIT Balikpapan, Rabu, 7 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–15.15 WITA ini merupakan bagian dari rangkaian diklat yang dilaksanakan pada 18 September hingga 9 Oktober 2026 menggunakan metode pembelajaran bauran (blended learning). Sebanyak 30 peserta direncanakan mengikuti kunjungan untuk mengamati secara langsung praktik pengelolaan perpustakaan sekolah.

Observasi lapangan menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi calon kepala perpustakaan untuk memahami penerapan pengelolaan koleksi, layanan pemustaka, penataan ruang, serta dukungan perpustakaan terhadap kegiatan pembelajaran. Melalui pengamatan dan diskusi, peserta diharapkan dapat mengidentifikasi praktik baik yang relevan untuk diterapkan di sekolah masing-masing.