Translate

Cari Postingan

Selasa, 11 Agustus 2026

12 Kota, 12 Cerita: Semarak Mading Bertema Kota-Kota di Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2026 - SMP Fastabiqul Khairat turut menyemarakkan kegiatan sekolah melalui lomba menghias kelas dan majalah dinding (mading) dengan tema “Kota-Kota di Indonesia”. Sebanyak 12 kelas dari jenjang VII, VIII, dan IX mendapatkan kesempatan untuk memilih satu kota di Indonesia dan mengemas berbagai ciri khasnya ke dalam sebuah mading.

Tidak sekadar menghias, setiap kelas berusaha memperkenalkan identitas kota pilihannya melalui berbagai unsur, mulai dari ikon daerah, budaya, kuliner, kesenian, bangunan khas, hingga informasi menarik lainnya. Hasilnya, koridor sekolah pun berubah menjadi semacam “miniatur Indonesia” yang penuh warna dan cerita.

Yuk, kita intip satu per satu!

🟢 Kelas VII

1. VII Al Farobi — Banjarmasin: Kota Seribu Sungai

Wali Kelas: Ibu Dewi

Kelas VII Al Farobi mengangkat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan julukan “Kota Seribu Sungai”. Mading mereka menampilkan berbagai ciri khas Banjarmasin yang lekat dengan kehidupan sungai dan budaya masyarakatnya. Nuansa sungai, ikon daerah, serta berbagai informasi mengenai kota ini dikemas secara kreatif untuk memperkenalkan Banjarmasin kepada warga sekolah.


2. VII Al Khawarizmi — Malang: Kota Bunga, Kota Apel

Wali Kelas: Ibu Fitri

Selanjutnya ada VII Al Khawarizmi yang membawa suasana Malang, kota yang dikenal dengan julukan “Kota Bunga” sekaligus lekat dengan komoditas apel. Mading kelas ini menghadirkan berbagai elemen yang menggambarkan identitas Malang, mulai dari nuansa bunga hingga apel yang menjadi salah satu ikon kuliner dan pertanian daerah tersebut.


3. VII Al Kindi — Samarinda: Kota Tepian

Wali Kelas: Ibu Arum

Sebagai kota tempat SMP Fastabiqul Khairat berada, Samarinda mendapat tempat tersendiri melalui mading VII Al Kindi. Mengusung julukan “Kota Tepian”, mading ini menampilkan berbagai ciri khas Samarinda, mulai dari identitas kota, budaya lokal, hingga ikon yang menggambarkan kehidupan masyarakat di tepian Sungai Mahakam.


4. VII Al Jazari — Yogyakarta: Kota Pelajar

Wali Kelas: Pak Arya

VII Al Jazari memilih Yogyakarta, yang begitu lekat dengan julukan “Kota Pelajar”. Mading mereka mengangkat berbagai sisi Yogyakarta, mulai dari kehidupan pendidikan, budaya, hingga ikon-ikon kota yang membuat Yogyakarta menjadi salah satu destinasi pendidikan dan budaya yang dikenal luas di Indonesia.


🔵 Kelas VIII

5. VIII Ibnu Bajjah — Denpasar: Pulau Dewata, Budaya, dan Pesona Tiada Tara

Wali Kelas: Ibu Nisya

VIII Ibnu Bajjah membawa pembaca mengenal Denpasar, Bali, dengan kekayaan budaya dan pesonanya. Mading ini menampilkan berbagai unsur yang identik dengan Bali, seperti seni, tradisi, arsitektur, serta kehidupan budaya masyarakatnya. Perpaduan berbagai elemen tersebut membuat mading terasa seperti membawa nuansa Pulau Dewata ke lingkungan sekolah.


6. VIII Ibnu Haitsam — Palembang: Bumi Sriwijaya

Wali Kelas: Ibu Mima

Beranjak ke Sumatra, VIII Ibnu Haitsam memilih Palembang dengan tema “Bumi Sriwijaya”. Mading mereka menampilkan identitas kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan kuliner. Jejak kejayaan Sriwijaya serta berbagai ikon khas Palembang menjadi bagian dari tampilan mading yang memperkenalkan kota ini kepada para pengunjung.


7. VIII Ibnu Hayyan — Tenggarong: Kota Raja

Wali Kelas: Ibu Emil

VIII Ibnu Hayyan memilih Tenggarong, Kutai Kartanegara, yang dikenal sebagai “Kota Raja”. Mading kelas ini mengangkat berbagai unsur yang berkaitan dengan sejarah dan budaya Kutai Kartanegara. Nuansa kerajaan, budaya lokal, serta identitas daerah ditampilkan untuk menggambarkan karakter Tenggarong sebagai salah satu kota bersejarah di Kalimantan Timur.


8. VIII Ibnu Thufail — Surabaya: Kota Pahlawan

Wali Kelas: Ibu Hayati

Semangat perjuangan hadir melalui mading VIII Ibnu Thufail yang mengangkat Surabaya, “Kota Pahlawan”. Berbagai ikon perjuangan dan unsur sejarah ditampilkan untuk menggambarkan semangat kepahlawanan yang melekat kuat pada kota ini. Mading tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi siswa tentang nilai perjuangan dan nasionalisme.


🟠 Kelas IX

9. IX Imam Ghozali — Jayapura: Kota Seribu Pinang

Wali Kelas: Ibu Sofia

IX Imam Ghozali membawa kita menuju ujung timur Indonesia dengan memilih Jayapura. Mengangkat tema “Kota Seribu Pinang”, mading ini memperkenalkan berbagai identitas Jayapura serta kekayaan alam dan budaya Papua. Unsur khas daerah dikemas dalam tampilan mading yang memperlihatkan keberagaman Indonesia dari sisi timur.


10. IX Imam Nawawi — Padang: Kota Bingkuang

Wali Kelas: Pak Faiz

Selanjutnya ada Padang, Sumatra Barat, yang diangkat oleh IX Imam Nawawi dengan julukan “Kota Bingkuang”. Mading kelas ini menghadirkan berbagai ciri khas Minangkabau, mulai dari budaya, rumah adat, hingga kuliner yang telah dikenal luas. Identitas Padang dikemas dalam mading yang sarat dengan unsur budaya dan informasi menarik.


11. IX Imam Hasan Al Basri — Ponorogo: Kota Santri

Wali Kelas: Ibu Amel

IX Imam Hasan Al Basri memilih Ponorogo, yang dikenal sebagai salah satu daerah yang lekat dengan identitas “Kota Santri”. Mading kelas ini menghadirkan berbagai unsur budaya dan kehidupan masyarakat Ponorogo, termasuk kekayaan tradisi yang menjadi bagian penting dari identitas daerah tersebut.


12. IX Imam Qurthubi — Jakarta: Kota Metropolitan

Wali Kelas: Ibu Peni

Sebagai penutup perjalanan kita, IX Imam Qurthubi membawa Jakarta dengan tema “Kota Metropolitan”. Mading mereka menampilkan wajah Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi, pemerintahan, pendidikan, dan kehidupan perkotaan yang dinamis. Berbagai ikon dan karakter khas ibu kota dikemas menjadi tampilan yang menggambarkan kehidupan metropolitan.


Dua Belas Kota, Satu Semangat Indonesia

Dari Padang hingga Jayapura, kedua belas mading ini memperlihatkan betapa beragamnya wajah Indonesia. Setiap kelas memiliki cara tersendiri dalam menerjemahkan karakter kota pilihannya ke dalam karya visual.

Kegiatan ini bukan hanya tentang siapa yang memiliki mading paling menarik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal keberagaman daerah di Indonesia, bekerja sama, mencari informasi, berkreasi, dan menyampaikan pengetahuan melalui karya.

Semoga kegiatan seperti ini terus menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap kekayaan budaya dan daerah di Indonesia. Karena mengenal Indonesia tidak harus selalu melalui perjalanan jauh—kadang, cukup dimulai dari sebuah mading di koridor sekolah.

Salam Literasi, Salam Budaya, dan Salam Indonesia! 📚✨

Tidak ada komentar:

Posting Komentar