Translate

Cari Postingan

Tampilkan postingan dengan label Terbit Media Massa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terbit Media Massa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 November 2025

Terbit Media Massa "Media Kaltim"

 


SAMARINDA — Kalimantan Timur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu provinsi dengan kualitas guru dan tenaga kependidikan terbaik di Indonesia. Pada Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tingkat Nasional 2025 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, para pendidik dari Kaltim berhasil memboyong sejumlah penghargaan bergengsi.

Lanjutkan Membaca pada Link : Media Kaltim

Jumat, 28 November 2025

Pemberitaan Metro Kalimantan

Sumber : https://www.metrokalimantan.com/2025/11/rachmawati-raih-juara-2-nasional-gtk.html?m=1

Terbit Media Massa "Media Kaltim"

 

JAKARTA — Prestasi membanggakan kembali hadir dari dunia perpustakaan sekolah di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Rachmawati, Pustakawan SMP Fastabiqul Khairat, berhasil meraih Juara 2 Nasional pada ajang GTK Transformatif 2025 kategori Tenaga Perpustakaan Sekolah Transformatif. Kompetisi yang diselenggarakan Direktorat KSPSTK Kemendikdasmen RI ini berlangsung di Hotel Ciputra, Jakarta, pada 27 November 2025.

Lanjutkan Membaca pada link : Media Kaltim

Jumat, 15 Agustus 2025

Pemberian Majalah "FARAZ" Kepada Pengawas Sekolah SMP Fastabiqul Khairat


Jumat, 15 Agustus 2025 - Hari ini menjadi salah satu hari istimewa bagi SMP Fastabiqul Khairat, yakni menerima kunjungan dari pengawas sekolah, Ibu Herlina Susanti, M.Pd., sekaligus merayakan peluncuran perdana majalah internal bernama "FARAZ" (Fastabiqul Khairat Magazine).

Kehadiran Ibu Herlina disambut hangat oleh kepala sekolah, Bapak Suparjono, bersama seluruh jajaran guru dan tim perpustakaan. Dalam momen yang penuh semangat tersebut, tim perpustakaan memperkenalkan dan membagikan edisi perdana majalah FARAZ—sebuah publikasi yang memuat berita dan informasi dari seluruh unit di bawah naungan Yayasan Fastabiqul Khairat.

Minggu, 15 Desember 2024

Terbit Kaltim Post Kolom Sastra, Kuyang Sebuah Takdir Yang Terlepas

Cerpen Karya: Rachmawati

Menghadapi Takdir yang Gelap

Di sebuah desa bernama Long Tukaq Baru, jauh dari hiruk-pikuk kota, ada keluarga yang dikenal penduduk sekitar. Keluarga besar yang dihormati, tetapi juga sangat misterius. Keluarga Pahing namanya. Nenek Rani, seorang wanita tua bernama Mbah Marni, adalah kepala keluarga yang dihormati karena kemampuannya dalam pengobatan tradisional. Namun, ada satu rahasia kelam yang tak banyak orang ketahui; keluarga Pahing memiliki ilmu hitam yang sangat kuat dan berbahaya—ilmu kuyang.

Lanjutkan membaca klik disini : Kaltim post Kaltim post 

Minggu, 24 November 2024

Kaltim Post, Kolom Kisah, Edisi 26 November 2024 " Kepuhunan, Saat Penolakan Menjadi Petaka"

Kaltim Post Kolom olom Kisah, Edisi 26 November 2024, 

Kepuhunan, Saat Penolakan Menjadi Petaka

Cerpen Karya; Rachmawati

Pagi ini suasana di rumah Nenek Luwing begitu ramai. Warga desa sibuk mempersiapkan berbagai hidangan dan dekorasi untuk sebuah acara adat yang sangat penting. Nenek Luwing, seorang wanita tua yang dihormati karena kebijaksanaannya, sedang duduk di depan rumah panggungnya, menatap anak-anak muda yang sibuk bekerja.

Nenek Luwing adalah seorang penjaga adat yang sangat dihormati oleh warga suku Dayak di desa ini. Kepercayaan dan mitos yang diwariskan turun-temurun tentang kepuhunan, atau tata cara menerima makanan, selalu diajarkan dengan penuh rasa hormat kepada setiap generasi muda. Kepuhunan bukan hanya tentang makan, tetapi tentang menghormati tamu, tentang menjaga keharmonisan antar sesama.

Ayus, seorang pemuda cerdas dan penuh rasa ingin tahu, duduk di sudut rumah Nenek Luwing sambil mengamati kegiatan sekitar. Meskipun ia sangat menyukai kebijaksanaan Nenek Luwing, ia sering kali penasaran dan bertanya-tanya tentang kepercayaan-kepercayaan yang mengatur hidup masyarakat di sekitarnya. Salah satunya adalah tentang kepuhunan. Kenapa menolak makanan yang ditawarkan bisa mendatangkan malapetaka? Ayus sering kali berpikir bahwa ini hanyalah mitos belaka. Namun, ia tahu bahwa di desa ini, adat dan kepercayaan adalah hal yang tak bisa dianggap remeh.....

Baca selengkapnya di..... Dengan klik  Kaltim Post