Kamis, 1 Oktober 2026 — Dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober, SMP Fastabiqul Khairat mengadakan kegiatan membatik di Perpustakaan SMP Fastabiqul Khairat. Kegiatan ini bekerja sama dengan Rumah Batik AttiQ'na Smart, dipandu oleh Bu Vivi dan rekan-rekan, serta mengusung tema “Menjaga Warisan Budaya, Menumbuhkan Kreativitas Generasi Muda.”
Kegiatan membatik merupakan agenda tahunan Literasi Budaya Perpustakaan SMP Fastabiqul Khairat yang bertujuan mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada siswa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mempelajari batik sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal proses pembuatannya secara langsung.
Dengan bimbingan Bu Vivi dan tim Rumah Batik AttiQ'na Smart, para siswa belajar membatik menggunakan canting. Mereka berkesempatan mempraktikkan proses mencanting sendiri, menuangkan kreativitas melalui motif, serta mengenal keterampilan yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan ketekunan.
Kegiatan ini turut dibimbing oleh Bapak Reza selaku ketua pelaksana, serta didampingi oleh Bapak Bimo selaku guru Seni Budaya dan Prakarya bersama guru-guru lainnya. Kolaborasi ini menjadi bentuk dukungan sekolah dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna melalui pengenalan budaya dan praktik keterampilan secara langsung.
Sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan hasil karya siswa dalam kegiatan membatik, Rumah Batik AttiQ’na Smart memberikan penghargaan kepada tiga siswa dengan karya batik terbaik. Penghargaan Karya Terbaik I diraih oleh Nayla Kanaya P.J., disusul Fayza Laras Qory D. sebagai Karya Terbaik II, dan Khalilah Quaneisha sebagai Karya Terbaik III. Selamat kepada para penerima penghargaan! Semoga apresiasi ini semakin memotivasi siswa untuk terus berkarya, mengembangkan kreativitas, dan mencintai warisan budaya Indonesia.
Melalui kegiatan membatik ini, siswa diharapkan semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap warisan budaya Indonesia. Selain menumbuhkan kreativitas, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu belajar, mencoba, dan meneruskan tradisi kepada generasi berikutnya.
Salam Literasi, Salam Canting!





.jpeg)













Tidak ada komentar:
Posting Komentar