Sesi 5 Advokasi Untuk Keberlanjutan
Sesi 6 Promosi dan Publikasi
Sesi 7 Pemanfaatan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca
Sesi 8 Pemantauan dan Evaluasi
Materi hari pertama :
Acara yang keren yang di eksekusi oleh Bunda Fitri selaku Wakil Ketua GPMB Provinsi Kalimantan Timur yang juga merupakan Founder Kampung Dongeng Etam Kaltim. materi yang semula saya anggak agak berat ternyata setelah mengeksekusi presentasi (wajib karena harus menampilkan kondisi dan dampak lingkungan saat ini serta apa yang harus di tempuh) pada akhirnya jadi dan ternyataa..... TBM Iqro sudah melakukan banyak hal untuk lingkungan dan ini menjadi pengamatan bunda Fitri selama ini. Ya di TBM Iqro saya sering mengajak anak-anak membuat kreatifitas berbahan daur ulang yang berasal dari sampah di lingkungan sekeliling menjadi bahan bermanfaat dan bernilai jual tinggi.
Hari ini senang dengan para narasumber keren utama yang berbicara tentang intelektual kartini pada manusia dan buku. Narasumber talk show hari ini terdiri dari :Dari tulisan-tulisan kartini kita sadar bahwa pandangan Kartini sudah jauh kedepan, bagaimana Kartini peduli pada Manusia, buku dan Alam, bagaimana kartini sangat religius dan menjadi inspirasi dengan pikiran dan impiannya, bagaimana kartini menghadapi rasa sakit sebelum akhir hayatnya. dari semua itu membuat kita sadar bahwa kita masih belum ada apa-apanya di banding beliau. R.A. Kartini sebagai ikon emansipasi wanita, yang berjuang hanya dengan sebuah pena, walaupun hanya mengenyam pendidikan sampai pada usia 12 tahun, hal tersebut tidak menyulutkan api semangatnya untuk tetap belajar. Semangat Kartini untuk memperjuangkan kesetaraan dan kesamaan kelas sosial lahir dari pandangannya terhadap kemampuan dan kebebasan berfikir perempuan eropa pada masa itu, yang jika dibandingkan dengan kondisi perempuan Indonesia sangatlah tertinggal jauh. Latar belakang sejarah Indonesia menunjukkan bahwa perempuan ialah jenis kelamin yang berada pada strata kedua dalam masyarakat, tilas sejarah inilah yang memenjara ruang gerak perempuan hingga melahirkan stigma dalam masyarakat bahwa perempuan ialah sosok yang tidak setara dan sebanding dengan laki-laki, perempuan dianggap tidak dapat memiliki peran yang besar dalam masyarakat, tidak layak untuk berpendidikan tinggi, tidak dapat menjadi seorang pemimpin negeri, bahkan hanya menduduki strata kedua yang berada dibawah kendali laki-laki,Kartini hadir membawa cahaya bagi wanita Indonesia.