Translate

Cari Postingan

Kamis, 07 November 2019

Pendidikan Pemustaka (User Education)

Perpustakaan Sekolah merupakan sumber informasi. Oleh karenanya perpustakaan merupakan jembatan bagi terjadinya proses belajar, transfer informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memungkinkan apa yang dimiliki perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh pemustakanya. Namun kenyataan yang kita lihat sekarang ini, masih banyak pemustaka yang bingung dalam memanfaatkan perpustakaan. Hal tersebut terutama terjadi pada siswa baru. Mereka rata-rata belum memiliki pengetahuan dasar bagaimana menggunakan perpustakaan dan bagaimana menggali informasi yang ada di perpustakaan

Pendidikan Pemustaka (User Education merupakan salah satu komponen literasi informasi di perpustakaan. kegiatan ini dianggap perlu agar siswa dapat menempatkan diri apa dan bagaimana seharusnya berada di perpustakaan.

Literasi informasi merupakan salah satu program pendidikan pemakai perpustakaan (user education programme), program ini harus bekerjasama dengan Para Wali Kelas dalam rangkaian masa orientasi sekolah saat kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dan salah satunya adalah perpustakaan.

Program pendidikan pemustaka tersebut harus dilaksanakan oleh Perpustakaan Sekolah bertujuan :
1. Siswa mampu memanfaatkan perpustakaan secara maksimal
2. Siswa menjadi pemustaka yang tertib dan bertanggung jawab

Adapun materi yang disuguhkan pada Pendidikan Pemustaka diantaranya
  1. Edukasi sikap yang salah dan benar selama di ruang perpustakaan, penjelasan perihal tata tertib selama berada diruang perpustakaan.
  2. Observasi langsung ke ruang koleksi, ruang baca dan ruang audio visual yang berada di ruang perpustakaan.
  3. Tanya Jawab

Selama kegiatan berlangsung siswa(i) didampingi oleh wali kelas dan guru mitra kelas.

Rabu, 06 November 2019

Sosialisasi Tantangan dan Permasalahan Kepustakawanan


Selasa, 05 Nopember 2019, bertempat di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Pustakawan Fastabiqul Khairat dipercaya untuk menjadi Nara Sumber bersama 2 orang Pustakawan perguruan tinggi lainnya, mengangkat tema Sosialisasi Tantangan dan Permasalahan Kepustakawanan. kegiatan diikuti sebanyak 25 pusakawan dan berlangsung hingga sore hari.

Adapun Narasumber dan materi yang diangkat adalah sebagai berikut :

  1. Rachmawati. Materi Kondisi pustakawan saat ini
  2. Bapak Mustang Amin, M.P Materi Permasalahan dan tantangan
  3. Ibu Siti Fatimah S.AG, SS, M.HUM.   Materi Solusi dan Harapan Pustakawan


Alhamdulillah Pustakawan Fastabiqul Khairat diberi kepercayaan untuk sharing kepustakawanan. Disini kita sama-sama belajar untuk menjadi lebih baik lagi.

Materi presentasi tiap narasumber dapat di download pada link dibawah ini.

Terima kasih Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Prov. Kalimantan Timur, Terimakasih Yayasan Fastabiqhul Khairat.

#LiterasiAjarkanku

Senin, 04 November 2019

Alat Musik Recorder

Suling Modern/Recorder adalah salah satu jenis alat tiup yang ada di dunia, merupakan alat musik dari keluarga alat musik tiup kayu. Suara suling berciri lembut dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya dengan baik. Sebagian besar kita diperkenalkan alat musik ini ketika sekolah dasar, bersamaan dengan pianika.
Rekorder adalah alat musik tiup dengan sumber bunyinya dari getaran udara dari dalam alat yang berasal dari mulut yang meniup (Sugianto, dkk 2000 : 26). Alat musik rekorder terbuat dari plastik dengan panjang 30 cm, rekorder termasuk jenis alat musik tiup (Aerophone) yang sumber bunyinya dari getaran udara. Cara pemunculan bunyi pada alat musik ini dengan cara menghembuskan udara pada alat musik (biasanya dalam bentuk lobang kecil) sehingga udara yang dihembuskan tersebut mengeluarkan getaran keras dan bunyi sesuai dengan nada yang diatur.Yang perlu menjadi perhatian dalam memainkan alat musik tiup rekorder adalah kita perlu terlebih dahulu mengetahui nada-nada atau tangga nada yang terdapat pada rekorder tersebut, agar dalam memainkan lagu-lagu sederhana nantinya kita tidak mengalami kesulitan. Recorder merupakan alat musik melodis yang sumber bunyinya berasal dari tekanan udara (aerophone) dan dimainkan dengan cara ditiup.Rekoder atau seruling umum digunakan untuk pengajaran disekolah, rekorder yang sering dipakai adalah recorder sopran, disamping recorder sopran ada juga recorder sopranino dan recorder alto. Recorder sopran mempunyai wilayah suara dari c‟ (semua lubang ditutup semua), tetapi untuk nada tinggi hampir dapat dipastikan bunyinya disonan sekali. Recorder termasuk alat musik melodis bukan ritmis (pengiring)