Penerjemah

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Cari Postingan

Kamis, 23 April 2026

Sumbangan Buku Muatan Lokal Dispursib Kabupaten Berau


Sumbangan buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Berau (Dispursip) menjadi langkah strategis dalam melestarikan budaya lokal melalui literasi. buku di serahkan langsung oleh ibu Arliana, Kabid P3KM Dispursib Berau. Buku-buku ini tidak hanya memperkaya koleksi perpustakaan, tetapi juga menjadi sumber belajar yang menghadirkan nilai-nilai kearifan lokal yang autentik dan bermakna bagi generasi muda.

  1. Sanni Mamanda
    Buku karya H. Syakhran, S.Pd. ini mengangkat Sanni Mamanda sebagai tradisi lisan khas Berau yang bukan sekadar cerita, melainkan jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan akar identitas mereka. Melalui narasi autentik yang khas dan sarat makna, pembaca diajak memahami nilai-nilai kehidupan, kebersamaan, serta kebijaksanaan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
  2. Issi Ruma dan Issi Tana
    Buku ini merupakan kumpulan cerita rakyat Banua Berau yang disampaikan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Banua Berau dan bahasa Indonesia. Selain mengajarkan nilai luhur budaya, sikap beradab, dan akhlak mulia, buku ini juga menyisipkan pengetahuan serta life skill baru, khususnya yang berkaitan dengan kecintaan terhadap produk lokal. Salah satu keunikan buku ini adalah pengenalan pengobatan tradisional masyarakat Berau sebagai bagian dari warisan budaya yang patut dilestarikan.
  3. Labuan Cermin
    Buku ini merupakan kumpulan puisi karya Yuli Eka Sari yang menggambarkan keindahan Pulau Labuan Cermin di Berau. Setiap bait puisi menghadirkan suasana alam yang jernih dan memikat, sekaligus mengajak pembaca untuk lebih mencintai dan menjaga kelestarian lingkungan sebagai aset berharga daerah.

Melalui sumbangan buku muatan lokal ini, Dispursip Berau tidak hanya memperkaya koleksi bacaan, tetapi juga menanamkan nilai edukatif kepada generasi muda. Buku-buku ini menjadi sumber belajar yang kontekstual, memperkuat karakter, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah.

Dengan membaca dan memahami isi buku-buku tersebut, diharapkan masyarakat, khususnya pelajar, dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran budaya yang tinggi. Inilah bentuk nyata bahwa literasi dapat menjadi jembatan dalam menjaga tradisi dan merawat identitas lokal Berau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar